Thursday, 19 February 2015

Pergerakan Organisasi Kembali pada Lintasan Kebenaran Sejarah Bangsa Indonesia

Ada sebuah pernyataan pergerakan identik dengan suatu organisasi, namun jika kita telisik lebih jauh tentang pergerakan di Indonesia sebuah perbedaan namun memiliki bentuk yang sama. organisasi identik dengan struktur dan susunan yang dimana terdiri dari kumpulan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang tertuang dalam AD/ART. Organisasi-oraganisasi yang ada di Indonesia pada masa perjuangan melawan penjajah tidak semata-mata membentuk sebuah organisasi. Dasar yang pemikiran yang dilakukan oleh para pejuang kita adalah sebuah ketidakteriamaan terhadap perilaku kondisi sosial akibat dari penjajahan dan imprealisme kapitalis. mereka membangun sebuah pergerakan dimana yang bergerak dari satu titik ketitik yang lain dengan tujuan adanya sebuah perubahan yang biasa disebut revolusi. kesadaran para pribumi akan penindasan, kedzaliman, kebodohan, keterbelakangan yang dialami pribumi membuat adanya suatu keinginan untuk bisa merdeka lepas dari belenggu penjajah.
politik etis yang dilakukan oleh pemerintahan Belanda mendapat kesempatan banyak pribumi mengenyam pendidikan. hal ini menbuat pribumi makin terbuka terhadap dunia luar, sadar akan sebuah kebebasan untuk menentukan nasib sendiri. hal ini yang dilandasi pribumi akan sebuah kesadaran untuk membangun pencerdasan rakyat lebih luas lagi akan kesadarannya untuk merdeka. dr. wahidin dan kawan-kawan yang peduli terhadap pendidikan pribumi untuk membangun kesadaran dengan mengumpulkan dana dari para anak ningrat pribumi yang mengenyam pendidikan membantu pribumi lainnya yang belum mendapatkan pendidikan dari sinilah adanya istilah beasiswa. 
semakin banyak kesadaran dikaum muda pada masa itu membuat kesepakatan membuat sebuah organisasi yang lebih formal dan tersetruktur. organisasi yang dibentuk pada dasarnya visi dan misi yang mereka tuangkan sudah tertanam dalam hati mereka. hal ini yang membuat anggota-anggota organisasi memiliki sifat untuk terus bergerak dengan satu tujuan Indonesia Merdeka. yang mana untuk mengangkat Harkat dan Mertabat Hidup rakyat Indonesia. AD/ART hanyalah sebatas legalitas atas perjuangan para pemuda untuk Indonesia merdeka agar legalitas ini bisa diterima oleh pemerintah Hindia Belanda.
pergerakan yang dimulai dari kesadaran ini meluas keseluruh nusantara untuk melakukan pencerdasan rakyat. untuk itu yang awal mula hanyalah sebuah perkumpulan pemuda yang akan kesadaran itu yang bersifat akan kedaerahan membentuk perkumpulan masing-masing pemuda. mulai dari Jong Java, Jong Batak tan Bond, Jong Salabes, Jong sumatra tan Bond, dll. mereka membangun persatuan atas sebuah kesadaran akan sebuah penindasan yang terjadi dikalangan rakyat. untuk itu dari Jong-Jong yang bergerak di daerah-daerah tersebut membuat persatuan akan satu tujuan untum mengangkat harkat dan martabat hidup rakyat Indonesia dengan jalan Indonesia merdeka.
persatuan yang terbangun dari Jong-jong tersebut terbukti melahirkan suatu bangsa dimana Bangsa Indonesia terlahir. tidak sekedar bangsa Jawa, bangsa Ambon, Bangsa Sumatra, Bangsa Borneo, Bangsa Bugis, Bangsa Sunda, Bangsa Betawi dll, mereka kemudian bersatu membentuk satu bangsa yaitu bangsa Indonesia dengan adanya ikrar Sumpah Pemuda. hahirnya bangsa Indonesia ini membuat pergerakan kepemudaan terus berjuang mereka membentuk masing masing pergerakan dalam bentuk organisasi. semisalnya yang dulu jong Java membentuk organisasi Trikorodarmo. dan lain-lain. pergerakan yang terus berkembang ini semakin menggencarkan pencerdasan rakyat untuk mencapai satu tujuan Indonesia Merdeka. semangat dan roh pejuang yang tertanam dalam jiwa pemuda ini semakin keras. perjuangan yang tidak hanyak ketika membentuk organisasi atau menjadi anggota organisasi namun sifat perjuangan yang ada terus berada dalam pergerakan mereka.
kekalahan belanda pada jepang membuat peluang pergerakan makin dipermudah untuk mencapai kemerdekaan. pergerakan terus berjalam dengan kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh Jepang kepada para pemuda pergerakan. 1 Juni 1945 pada sidang BPUPKI memanfaatkan lembaga dan kesempatan untuk meletakan Dasar Indonesia Merdeka. sampai pada titik kekalahan jepang pada sekutu yang menjadikan kekosongan kekuasaan. Pemuda pergerakan memiliki kesempatan untuk menyatakan sebuah kemerdekaan Bangsa Indonesia yang terlahir. 17 Agustus 1945 menyatakan kemerdekan bangsa Indonesia. PPKI yang merupakan lembaga resmi untuk mengatur dan menyelenggarakan kepindahan kekuasaan dari pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia. bersidang untuk membentuk negara dimana negara yang dibentuk ini adalah sebuah organisasi untuk mencapai tujuan bangsa. dimana untuk visi : menjadi bangsa yang Merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dengan misi : melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejatraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasrkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan negara Indonesia yang merupakan organisasi secara luas tak lebih dan tak bukan untuk sebuah bangsa. jadi pergerakan yang menentukan organisasi, bangsa yang menentuka negara.
jika kita melihat kondisi saat ini dimana begitu banyak organisasi dan aliansi dimana sudah keluar dari niatan semula. secara bentuk mungkin masih sama namun sifat yang dimiliki organisasi sudah berbeda. pergerakan yang dibangun dulu adalah atas dasar ketidakterimaan kondisi rakyat, untuk itu orang-orang yang sadar membangun kekuatan dan semangat untuk melawan penindasan tersebut. namun saat ini organisasi-organisasi lebih kepada untuk mencari eksistensinya organisasi. tidak lagi upaya membangun kualitas manusia menjadi manusia yang mampu memimpin. yang mampu mengatasi sebuah solusi, menyiapkan regenarasi kepemimpinan. namun lebih menyiapkan untuk duduk dalam kekuasaan sebagai tolak ukur kesuksesan organisasi yang memiliki anggota yang bisa menentukan kebijakan. ini yang membedakan dengan perjuangan awal sebuah berdirinya organisasi. cara berfikir organisasi tidak lagi memiliki sifat perjuangan yang ada dalam sanubarinya akan tetapi tujuan, visi dan misi hanya sebatas di AD/ART. tidak heran jika banyak orang menjual organisasi untuk kepentingan eksistensi organisasi, peningkatan organisasi. lebih mengutamakan banyaknya anggota dari pada kualitas anggota. apabedanya dengan orang yang berkumpul dalam sebuah pasar. untuk seluruh organisasi yang ada di Indonesia perlu adanya memahami bahwa pergerakan yang dilakukan organisasi tidaklah sesuai dengan pergerakan sejarah perjuangan bangsa ini. untuk itu saatnya bersatulah seluruh organisasi. kembalilah pada lintasan kebenaran lintasan sejarah Bangsa Indonesia. Bahwa untuk tegaknya visi dan misi NKRI yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 hanya bisa dijalankan jika kita kembali pada UUD 1945 dan Pancasila. sebagai tanda bahwa revolusi belum selesai selama belum kembali  pada lintasan kebenaran sejarah Bangsa Indonesia.

No comments:

Post a Comment